Pakan Kutu Air


kutu air ( Dhapnia sp ) merupakan salah satu pakan alami terbaik bagi ikan cupang, baik yang masih berupa burayak atau pun yang sudah dewasa, kutu air berwarna cerah orange ke kuningan, kandungan protein kutu air merupakan salah satu yang tertinggi di banding pakan alami lainnya. kandungan protein tiap ekor kutu air bisa mencapai 68-70% menurut penelitian terakhir.
kutu air ini hidup pada selang suhu 18-24 C dan membutuhkan pH yang sedikit alkali yaitu pH 6,7 - 9,2. Sepertii makluk hidup akuatik lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi kutu air. kutu air dapat kita temui di sekeliling lingkungan kita, bisa di dalam selokan, telaga, tambak, danau atau juga empang.
di sarankan sebelum memberikan pakan kutu air ke ikan, sebaiknya juga di rendam antibiotik, usahkan memberi kutu air yang segar/hidup untuk pakan ikan.

Pemilihan induk dan Pemijahan Ikan Cupang


Ikan cupang adalah satu jenis ikan air tawar yang banyak hidup di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Malaya, Indochina, dan Siam.

Orang tak akan menyangka jika ikan sekecil cupang ada yang dihargai sampai jutaan rupiah. Tidak hanya anak-anak yang menyenangi ikan ini, dewasa pun tak ketinggalan, maka tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk membudidayakannya.

Dalam bahasa Inggris jenis ikan cupang ini dikenal dengan nama Talking Gourami atau Croaking Gourami. Ikan ini termasuk jenis ikan dengan badan sangat langsing dan pipih ke samping (Compressed)

Secara umum, sebagaimana jenis ikan air tawar lainnya, jenis ikan cupang ini hanya dapat hidup di air tawar. Karena sifatnya ini, maka jenis ikan cupang banyak dipelihara di akuarium keluarga. Dengan postur tubuh yang dimilikinya, maka jenis ikan cupang ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Jenis ikan cupang memiliki warna dasar tubuh beragam mulai dari kuning hingga sawo matang. Sementara punggungnya berwarna lebih gelap dengan bagian perut lebih terang yaitu lebih kuning menuju ke warna putih.

Pada sisi badannya terdapat garis horizontal yang berwarna gelap biru ataupun hitam. Garis ini dimulai dari mata hingga sirip ekor. Bahkan ada yang mempunyai tambahan garis samar, satu atau dua buah.

Siripnya berwarna kemerahan dengan ujung berwarna ungu atau biru. Pada sirip ini terdapat bintik bintik berwarna seperti pelangi, biru, merah, kehijauan. Warna matanya sangat bagus dan menarik. Warna mata ini bagian luarnya berwarna merah darah, sementara bagian dalamnya berwarna hijau kebruan. Sirip analnya, punggung dan ekor tumbuh smepurna dengan beberapa jari jari yang tumbuh menonjol.

Sifat Sifat Ikan Cupang

Secara alamiah, panjang badan ikan ini dapat mencapai ukuran 6,25 cm, dan jika kita ingin menernak ikan jenis ini, dapat mulai kita pijahkan sejak berukuran 5 cm.

style="text-align: justify;">Jenis ikan cupang adalah salah satu jenis ikan yang mampu membuat sarang busa pada saat akan melakukan pemijahan. Dengan busa yang dibuat itulah, maka telor dapat diletakkan hingga menetas.

Jenis ikan cupang mempunyai sifat pendamai. Disinilah sering terjadi salah persepsi masyarakat, sehingga banyak yang mengatakan bahwa cupang adalah ikan petarung. Padahal yang ikan petarung adalah jenis ikan Betta, yang sama sama pembuat sarang busa saat akan memijah.

Cara Pemijahan

Untuk memijahkan ikan cupang sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit. Ikan ini mempunyai kemampuan hidup di tempat yang sangat terbatas sekalipun sebab ikan ini dapat bernafas dengan mengambil secara langsung dari udara.

Tempat pemijahan ikan ini dapat menggunakan akuarium berukuran 20 X 40 m dengan ketinggian 20 cm, atau toples-toples kaca. Dalam bak atau akuarium ini kita masukan tanaman air, misalnya enceng gondok. Enceng gondok ini untuk sarang busa yang akan dibangun oleh sang jantan. Sementara air yang digunakan cukup air sumur biasa yang sudah diendapkan selama 24 jam atau air hujan.

Memilih Indukan

Agar proses pemijahan berhasil, maka kita harus memilih indukan yang memang sudah siap untuk dipijahkan. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan jantan dan betinanya. Untuk hal ini kita dapat melihat dari warna dan jari-jari sirip anal, pungung, dan ekor yang tumbuh sempurna, yaitu lebih panjang dari selaput yang menutupinya. Sementara yang betina biasa saja.

Indukan ikan cupang yang kita pakai adalah yang sudah berukuran 5 cm atau berumur kira-kita 6 – 7 bulan. Jantan dan betina yang kita masukan ke dalam akuarium pemijahan jumlahnya sebanding sebab ikan cupang menganut sistenm monogamy. Dan, untuk kesuksesan, maka ke dalam akuarium kita berikan makanan yang layak, misalnya jentik nyamuk dan kutu air.

Proses Pemijahan

Akuarum disiapkan sebagai tempat pemijahan, dibersihkan dari kotoran dan dilengkapi dengan kebutuhan pemijahan, misalnya tanaman air. Kondisi ini harus diciptakan agar indukan dan juga anakan hasil pemijahan nanti tidak mati oleh kotoran yang ada.

Indukan yang sudah dipilih, dimasukkan ke dalam akuarium, sesuai dengan jumlah sarang yang dipersiapkan. Pada saat itulah, indukan jantan akan membangun sarang busa. Induk betina hanya mengawasi proses tersebut. Setelah semua siap, maka kedua indukan tadi bercumbu di bawah sarang busa.

Indukan betina akan mengeluarkan telornya dan indukan jantan segera menyemprotkan spermanya. Telor-telor akan melekat pada sarang busa. Jika ada telor yang jatuh, maka kedua indukan akan bekerja bersama untuk memunguti dan meletakkannya di sarang busa. Setelah itu, induk betina dipisahkan. Induk jantan dibiarkan di tempat tersebut.

Ikan-ikan Prasejarah

10. Hagfish

Menurut catatan, hagfish sudah ada sepanjang kian lebih 300 juta th.. ditemukan di perairan yang relatif didalam, binatang ini terkadang dimaksud lendir belut, namun mereka sesungguhnya bukan hanya belut, serta sesungguhnya mereka apalagi tidak serupa ikan sekalipun. berdasar sebagian ilmuwan, mereka yaitu hewan yang amat aneh didalam seluruh perihal, mereka mempunyai tengkorak namun tidak mempunyai tulang belakang, serta mereka mempunyai dua otak. nyaris buta, mereka makan pada malam hari mereka mengonsumsi bangkai hewan besar ( ikan, paus dan lain-lain ) yang jatuh ke basic laut.


9. Lancetfish

dikenal sebagai ikan yang telah ada pada zaman prasejarah, gigi yang terlihat keluar serta tajam pada rahang serta sirip pada punggungnya. panjang lancetfish hingga dua mtr., predator ini ditemukan di seluruh samudra jika untuk tempat kutub, lancetfish mengonsumsi ikan kecil serta cumi-cumi, serta lancetfish juga mengonsumsi ikan-ikan besar. 

8. Arwana

ikan ini telah ada pada periode jurassic. hari ini, mereka ditemukan di amazon, serta di bagian-bagian afrika, asia serta australia. terkadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis. arwana yaitu ikan yang mengonsumsi binatang kecil serta cacing yang mereka dapat peroleh, terhitung burung serta kelelawar yang mereka tangkap waktu terbang, arwana juga bisa melompat sampai 2 mtr. ke hawa. di cina, arwana dikenal sebagai “ikan-naga” dikarenakan tampilan mereka, serta mereka dikira tandanya nasib baik.

7. Frilled Shark

ini predator yang hidup di kedalaman laut, di antara hiu yang sangat primitif hidup pada zaman saat ini, yaitu peninggalan dari periode cretaceous, hiu berjumbai bisa tumbuh sampai 2 mtr. ( ukuran hiu wanita semakin besar dari pada hiu lelaki ) serta mereka tinggal di perairan didalam, dimana beberapa besar mereka makan cumi-cumi. mereka tidak beresiko untuk manusia, serta sesungguhnya, hiu menggunakan semua hidup mereka tanpa lihat manusia dikarenakan mereka tinggal di laut didalam. cuma spesimen yang telah mati umumnya tampak di permukaan serta dicatat oleh nelayan atau ilmuwan.

6. Sturgeon

sturgeon telah dikenal sebagai di antara sumber utama kaviar( telur ikan ) dikarenakan penangkapan terlalu berlebih, populasinya tengah terancam sekarang ini. spesies sturgeon terbesar bisa tumbuh sampai 6 mtr., yang sama besar dengan hiu putih, sturgeon mengonsumsi binatang kecil dari basic laut serta tidak menyebabkan bahaya untuk manusia, jika di ganggu.

5. Arapaima

arapaima amazon dikira sebagai ikan air tawar terbesar didunia. menurut gambaran awal, dapat tumbuh hingga sampai 4, 5 mtr., namun sampai sekarang ini, arapaima besar layaknya ini jarang ditemukan serta arapaimas sangat dewasa rata-rata berukuran 2 mtr.. arapaima mengonsumsi ikan kecil, krustasea serta apapun hewan yang kecil dapat masuk ke didalam mulut mereka. di antara ciri menarik dari ikan ini yaitu menghirup oksigen dari hawa supaya bertahan hidup. arapaimas tidak menyebabkan bahaya untuk manusia serta kerap diburu untuk di ambil dagingnya, sayangnya arapaima amat langka sekarang ini

4. Sawfish


hewan ini  hidup pada periode cretaceous, serta bisa ditemukan baik di laut atau di sungai pada kedalaman 100 km dengan panjang 7 mtr., ikan ini tampak layaknya ikan hiu dengan mulut yang menyerupai gergaji mesin, tetapi sawfish bukan hanya terhitung didalam spesies ikan hiu cuma serupa. sawfish itu sesungguhnya bukan hanya ras hiu, tetapi terhitung ras ikan pari, dari wujud bawah badannya yang berupa datar, tidak layaknya hiu yang sisi bawahnya yang lebih ramping berupa streamline yang meringankan hiu untuk berenang dengan cepat di air, serta sawfish memiliki mulut kecil yang sejajar dengan tubuh sisi bawahnya yang menyatu dengan tubuhnya. sawfish juga mempunyai sirip depan yang sejajar dengan sisi bawahnya. 

3. Alligator Gar

ini predator bersisik tidak tipis yang ditemukan di amerika  selatan, utara serta timur meksiko dan  jadi ikan air tawar terbesar di amerika utara. alligator gar bisa tumbuh sampai 4 mtr. serta berat hingga 200 kg. alligator gar yang dimaksud demikianlah dikarenakan tampilan mereka serupa reptil buaya serta rahang yang panjang, mempunyai 2 segi gigi yang tajam. alligator gar yaitu predator yang rakus serta sudah dikenal beresiko untuk manusia, walau belum kematian dikarenakan alligator gar sudah dicatat hingga saat ini. gar yaitu di antara dari ikan tertua yang hidup sekarang ini.
2. Polypterus Senegalus

ikan benua africa ini kerap dimaksud “belut dinosaurus”, dikarenakan tampilan mereka serta sirip punggung bergerigi. mereka sesungguhnya bukan hanya belut, namun bagian keluarga bichirs. walau kerap dijual sebagai hewan peliharaan eksotis “belut dinosaurus”, mereka bisa bertahan keluar dari air untuk periode waktu yang lama sepanjang kulit mereka terus basah.


 1. Coelacanth


coelacanth yaitu yang sangat populer dari seluruh “fosil hidup” serta pantas jadi # 1 didalam daftar ini, dikarenakan ini yaitu perumpamaan paling baik dari sesuatu takson lazarus, ini yaitu binatang yang semestinya lama punah serta tidak terduga ditemukan tetap hidup sampai saat ini. ikan ini semestinya sudah punah pada periode cretaceous, berbarengan dengan dinosaurus, namun pada th. 1938, sesuatu spesimen hidup tertangkap di afrika selatan. sejak itu, spesimen sudah dipandang serta difoto, serta spesies coelacanth ke-2 apalagi ditemukan di indonesia pada th. 1999. ikan ini yaitu predator besar, panjangnya 2 mtr., mereka mengonsumsi ikan yang kecil, terhitung hiu kecil, serta umumnya ditemukan di laut didalam perairan gelap.



sumber :  http://www.beritaunik.net/